 | Bingung | Dec 12, '07 1:05 PM for everyone |
Eheem eheem... Sebelumnya saya sudah tidak tertarik lagi dengan masalah2 politik di Indonesia (khususnya) sekarang saya sudah pindah haluan, mau ngambil jurusan yang eksak2 aja, jadi tulisan ini ya hasil saya sendiri, karena saya sendiri lagi bingung, hehe, kalo ada yang ga berkenan, mohon maaf hehehe... Dan tulisan ini adalah pemikiran saya sendiri, klo ngga setuju ya gapapa, setuju jg gapapa, saya cuma mau nulis yang lagi ada di pikiran aja kok. Salam damai dulu deh, world peace! Barusan nyari groups-nya Marjinal di multiply (ternyata ga ada) eh yang keluar malah komunitas yang bilang dirinya sosialis dan tertera tulisan seperti ini """"sosialis comunity""""bukan komunis** langsung deh di otak yang lagi kering begini muncul, folder2 merah yang udah lama di telantarin, file2 aliran kiri yang uda lama ga dibuka. Bingung, kenapa bingung? gitu aja ko repot... Bukan gitu masalahnya oom, tante, bude, bule, bule depok, (alaaah garing) sebenernya apa sih arti sosialis dan arti komunis di 'otak' orang2 Indonesia? (yang udah kena brainwashingnya Soeharto) Dan yang mau saya omongin disini adalah tentang apa sih komunis, kenapa takut denger kata itu doang. Masih inget banget di kepala, jaman waktu masih sd, kecil-kecil ditanyain sama guru. Dulu dalam pelajaran sejarah tentang pemberontakan G30S/PKI, si guru bilang, "Jadi anak-anak, komunis itu tidak baik ya, karena komunis itu tidak mengenal Tu..." "HANNNN", seru bocah sekelas serempak. Kala itu sih saya juga ikut2an tuh mengiyakan si guru ngebacot, argumen yang memojokkan paham komunis. But what is the deal mannn?! Sama aja kita ngomongin genre musik. Mau elo punks kek, skins kek, metalhead kek, grufties kek, rapper kek, whatever you call your clan, ya intinya semuanya kembali ke individu masing2, mo cocok mo engga, mo baik mo ngga, semua kan relatif, it's all up to us to make, simply we just have to make it on our own. Ya sama aja kaya paham-paham politik (menurut saya lho ya) mau elo liberal kek, komunis kek, sosialis kek, totaliter kek, ato anarki sekalian, ya kan semuanya kembali ke kita masing2, yang penting tujuannya satu, yaitu "berubah ke arah yang lebih baik", kan hidup cuma gitu doang, yang di impi2kan itu perubahan, jelas perubahan yang baik, progress (ini kata guru saya, dan saya setuju). Jadi menurut saya, penjelasan2 para pengajar dahulu yang memojokkan paham komunis tuh sama aja dengan mereka menutup mata kita, seakan menyuruh kita melihat isi gelas itu setengah kosong, bukan setengah penuh, yang diliat hanya yg jeleknya aja, dan ngga berani mengeksplor lebih dalam lagi. Kembali ke masalah apa sih yang ada di pikiran orang2 (Indonesia tentunya) ketika kata 'komunis' terngiang di telinga? Saya pernah bertanya kepada teman seangkatan, "eh, menurut lo komunis tuh apaan?". Lalu dia menjawab "Oon lo, gitu aja ga tau, katanya lo suka sejarah, komunis tuh orang-orang yang ga punya Tuhan, makanya di Indonesia dilarang, soalnya bertentangan sama Pancasila sila ke 1, bla bla bla...". Dalem hati muncul deh rasa kesel (terutama gara2 uda dilecehin, haha), bingung, dan lucu. Ketika saya ditanyain sama guru tentang perbedaan komunis dan non-komunis dalam segi agama, ya saya bilang aja "Klo orang non-komunis bilang 'kita ada karena Tuhan' lalu kalo orang komunis bilang 'Tuhan ada karena kita', tapi ga semua orang komunis itu atheis". Memang pada sejarahnya orang komunis dulu 'menanggalkan' agamanya karena agama dianggap sebagai 'penghambat' orang untuk lebih berkarya, bertingkah laku atau (lebih cocoknya dibilang) berontak. Dan banyak juga kebohongan2 dari pihak agama yang malah lebih menyiksa orang2 kelas bawah. Kaum buruh tani selalu dieksploitasi oleh orang2 yang punya modal (kapitalis lah). Mereka jam kerjanya selalu ditambah, namun gaji makin minim (kasian yah). Makanya pas banget tuh paham Komunis dari Karl Marx dan Friedrich Engels langsung bisa diterima sama kaum bawah, selain karya2 mereka provokatif, karya mereka juga menyadarkan keberadaan kalangan tingkat bawah agar kembali menyuarakan persamaan kelas. Nah karena paham ini mencul sebagai aksi perlawanan sistem kapitalis yang merajalela dan paham ini juga menuntut persamaan dalam kelas (mau elo ploletar kek, borjuis kek, semua sama) maka sistem ini dinamain deh komunis, soalnya mementingkan komunitas, bukan perseorangan. Kalo soal orang komunis tuh ga beragama ya itu masalah nomer keberapa, bukan nomer satu. Lagipun ga menutup kemungkinan bagi seorang atheis untuk berbuat baik kan? Masi inget sama Uni Soviet? Negara2 bekas Soviet yang berakhiran -Tan (Kazakstan, Uzbekistan, dll) rata2 orangnya memiliki agama, namun saja ketika di Soviet, agama tidak dipentingkan di dalam berbagai konstitusi (sama aja kaya di Singapur, di sekolah ga ditemuin pelajaran yang namanya 'Agama'). Jadi yg membuat saya bingung tuh masih banyak orang Indonesia yang 'ngeri' denger kata 'komunis', tapi sama kata 'sosialis' kok respek benerrr. Mas, Mba, Sosialisme itu apa sih emang? Kalo guru saya secara simple bilang, "Sosialisme itu Eyangnya Komunisme", setuju sodara? Hhe. Mungkin menurut saya nih ya, orang2 takut dibilang komunis gara2 cenderung nanti arahnya ke atheis, jadi mendingan milih kata sosialis, yang uda jelas ada kata social-nya. Eh tapi kan komunis jg mirip kok, komun yg diambil dari kata komunitas, ah terserah lah. Yang jelas menurut saya komunis itu bukan setan atau sesuatu yang patut ditakuti, itu kan hanya paham aja, suatu ideal, yang bisa jadi larinya ke persoalan paham ekonomi. Emang sih, jadi komunis tuh ga gampang, apakah kita semua mau ‘sama2 miskin’ dulu agar tercapai persamaan derajat. Kira2 gini ilustrasinya di suatu tempat yg menerapkan sistem ini: kalo kamu punya pohon dan berbuah, meskipun itu di dalam kalangan rumah kamu sendiri, kamu ga boleh untuk seenaknya ngambil buahnya, tunggu pemerintah pusat datang, lalu mereka mengambil buah2nya dan tunggulah mereka membagikannya kepada kalian semua secara sama rata, hehe gitu lah kira2. Dan menurut saya komunisme itu jg agak ‘susah’ dalam prakteknya karena kadang ‘cenderung’ utopis, liat aja Negara Eropa timur yang dulunya komunis, sekarang uda pada runtuh deh. Tapi salut buat Eyang Fidel Castro yang masih dalam jalur ‘komunisme’-nya. Sekedar cerita, kalo saya ke Jakarta, temen2 suka nitip baju2 'merah', dengan tulisan sirilik yg belum tentu tmen2 saya itu ngerti. Trus banyak jg yang nge-fans sama Che Guevara (pasti semua kenal). Tapi mudah2an kenalnya bukan cuma portrait muka Guevara dengan baret berbintang, tapi juga kenal siapa sih Che itu, apa yang dia perjuangkan, paham apa yang dia percayai, dan mengapa dia sampai setenar itu. Dan lagi lambang palu arit yang 'mengerikan', haha. Saya pernah memakai baju Aeroflot (maskapai penerbangan Soviet), dengan lambangnya dibelakang baju, dan di bagian depan ada simbol palu arit dan tulisan CCCP. Wah, pas saya dateng ke acara yg rata2 orang2nya dari KBRI, saya langsung di tegur, "eh mas, komunis ya?", dan ada orang yg saya anggap guru secara sok bijak bilang "eh, palu arit tuh lambangnya anti Tuhan", dan ada lagi yang nyeletuk "CCCP, itu kan komite sentral partai komunis". Iya deh iya, terserah aja, tapi ini Singapur mas, terserah saya mau make apa, tapi liat dulu dong, ini kan cuma baju, kok jadi masalah, lagian ini kan baju maskapai penerbangan doang, kalo masalah palu arit dan tulisan CCCP itu bisa saya jelasin lagi. Palu arit tuh bukan lambang anti Tuhan, tapi lambang petani, iya gak? dan CCCP tuh aslinya tulisan sirilik yang kalo di baca bukan= si si si pi, tapi= es es es er, gaul dong mas, temen saya ada yg orang Rusia nih, hehe. Dan kepanjangannya Сою́з Сове́тских Социалисти́ческих Респу́блик, nih klo bisa baca, hehe, klo bisa ini artinya sama aja dengan USSR, yang ga lain adalah nama negara doang. Pengalaman2 kaya gitu kadang ngebuat lucu dan kadang kesel, pokoknya bingung deh. Lagian jaman sekarang emang banyak sih, orang2 yang gaya2an untuk make baju bergambar orang terkenal lah, band terkenal lah, tapi sebenernya ga tau pasti apa itu sebenernya, ya gak? Tapi tserah aja sih, kok jadi gw yg repot, who are you to me? Who am I to you?, hehe Peace Ah udah malem, ngomongnya uda kemana-mana. Tapi yang jelas saya cuma mau nulis apa yang ada di pikiran kok, hehe...terima kasih yang uda baca sampe sini :)
 | he..he.. welcome to indonesia. disini orang yg beragama malah lebih sadis en kejam |
 | Tapi memang hebat ya brainwash jaman Suharto dengan film G30S nya itu. Siapa coba yang nggak antipati langsung sama yang namanya PKI, komunis, dan sejenisnya.Dan karena disini orang kebanyakan 'terima aja' tanpa mau repot repot cari tahu sendiri atau belajar lebih dalam lagi akibatnya ya gitu,ikut aja sama kata orang kebanyakan (termasuk kata siaran berita dan infotainment):)
Postingannya bagus sekali, terimakasih ya. |
 | createur wrote on Dec 12, '07, edited on Dec 13, '07 ck ck ck .. tetep yah lo ngebahasnya ginian mulu .. hahaha .. sebenarnya sih sama aja dengan anggapan orang2 terhadap kaum shi'ite, terlalu banyak negatif yang diexpose akhirnya orang2 yg sok tau nambah2in cerita sendiri, makin jelek aja jadinya ..
sama halnya dengan komunis, iya nggak .. apalagi selama ini, setau gw sih kebanyak sugesti yg ditanem dalam buku sejarah kita, inget nggak pas pak Hendar cerita ttg Kartini dan Dewi Sartika, kya gituh juga kan, iya toh ... |
 | jalan yang terbaik buat mereka yang belum paham akan arti komunis adalah dengan cara mempelajarinya. karena ngga akan pernah bisa org ngerti kalo tetep konsisiten sama kebodohan zaman orba. aseli tuh buku sejarah SD/SMP/SMA kurikulum 1994 rasanya pengen gue bakar dehh.. banyak kebohongan didalamnya, dan gobloknya dulu gue juga ambil bagian dalam memahami ini semua mentah mentah dan secara objektif...
|
 | disur wrote on Dec 13, '07 ya elah...namanya juga masih kecil...mana ngarti..kan sekarang da ngerti..ga masalah doonng..hehehe...
ga beda kok sekarang doktrin juga masih dilakukan cuman beda aja..dulu ama rejim (hahaha pake J malah lucu...) sum'in2, sekarang sama komunitas2 yang ngakunya beragama... |
 | trery wrote on Dec 13, '07 he..he.. welcome to indonesia. disini orang yg beragama malah lebih sadis en kejam  iya emang ga menjamin orang yang ngaku beragama slalu berkelakuan baik dan ga menutup kemungkinan kan orang yang atheis (free thinker) untuk bisa berbuat baik? :) |
 | trery wrote on Dec 13, '07 Tapi memang hebat ya brainwash jaman Suharto dengan film G30S nya itu. Siapa coba yang nggak antipati langsung sama yang namanya PKI, komunis, dan sejenisnya.Dan karena disini orang kebanyakan 'terima aja' tanpa mau repot repot cari tahu sendiri atau belajar lebih dalam lagi akibatnya ya gitu,ikut aja sama kata orang kebanyakan (termasuk kata siaran berita dan infotainment):)
Postingannya bagus sekali, terimakasih ya.  iya tuh, film G30S emang meng'keren'kan nama Soeharto bgt, hhe dan bener jg klo masih banyak orang yg ga mau 'repot' untuk mengeksplor ulang suatu topik kebanyakan masih cuma bisa nyanyiin lagu 'Setuju' (seperti kata oom Iwan Fals)
terima kasih kembali karena telah sudi membaca ya :)
|
 | trery wrote on Dec 13, '07, edited on Dec 13, '07 ck ck ck .. tetep yah lo ngebahasnya ginian mulu .. hahaha .. sebenarnya sih sama aja dengan anggapan orang2 terhadap kaum shi'ite, terlalu banyak negatif yang diexpose akhirnya orang2 yg sok tau nambah2in cerita sendiri, makin jelek aja jadinya ..
sama halnya dengan komunis, iya nggak .. apalagi selama ini, setau gw sih kebanyak sugesti yg ditanem dalam buku sejarah kita, inget nggak pas pak Hendar cerita ttg Kartini dan Dewi Sartika, kya gituh juga kan, iya toh ...  iya dong Createur hehe, gw masih suka ko sama ginian, hehe, lagian kemauan gw buat ngebahas masalah kaya gini kan gara2 cuma 'mau tau' aja, kenapa sih orang2 ngecap sesuatu tuh jelek, emang ada apa sih sebenernya? hehe
iya tuh Rid, kaya si Mr. Bobi bilang, sejarah kita mah banyakan yg ditutup2in, yg ada orang yg ngebacanya malah ketutup matanya, ya ga? hehe |
 | trery wrote on Dec 13, '07 betul .. orang2 kita tuh cenderung berpikiran sempit dan males, jadi apa aja diterima nggak proses penyaringan, padahal seandainya kita nanya satu pertanyaan aja kan bisa melebar tuh ntar ketauan deh yg benernya apa ..  setuju, hehe let's we find out the truth |
Comment deleted at the request of the author.
 | trery wrote on Dec 13, '07 jalan yang terbaik buat mereka yang belum paham akan arti komunis adalah dengan cara mempelajarinya. karena ngga akan pernah bisa org ngerti kalo tetep konsisiten sama kebodohan zaman orba. aseli tuh buku sejarah SD/SMP/SMA kurikulum 1994 rasanya pengen gue bakar dehh.. banyak kebohongan didalamnya, dan gobloknya dulu gue juga ambil bagian dalam memahami ini semua mentah mentah dan secara objektif...  yup, pelajarin artinya dan seluk beluknya, tapi di Indonesia masih ga terasa bebas untuk mengkaji lebih dalam buku2 'merah', Che Guevara aja baru 'terkenal' di Indonesia sejak '98... dan kita yg udah meng'iya'kan isi dari buku2 sejarah pelajaran sd dulu, kayanya emang cuma 'korban' kebohongan aja,, mudah2an buku sejarah buat generasi selanjutnya bener mengupas sejara jelas dan ga ditutup2in, supaya generasi berubah menjadi lebih tanggap dan cerdas, bukan cuma bisa iya2 aja, :) |
 | trery wrote on Dec 13, '07 ya elah...namanya juga masih kecil...mana ngarti..kan sekarang da ngerti..ga masalah doonng..hehehe...
ga beda kok sekarang doktrin juga masih dilakukan cuman beda aja..dulu ama rejim (hahaha pake J malah lucu...) sum'in2, sekarang sama komunitas2 yang ngakunya beragama...  iya emang, doktrin emang selalu ditanamin ke kita lewat media, lewat mana2 deh, pinter2nya kita aja untuk menyaring mana yg cocok untuk kita agar kita bisa jadi lebih baik :) |
 | iya tau gw yg ngefans ama Lenin, haha eh bule depok, mana titipan gw? payah lo... nanti lo gw kasi mainannya jimi hendrix deh buat hadiah natal, tukeran kita, haha |
 | trery wrote on Dec 15, '07 iya tau gw yg ngefans ama Lenin, haha eh bule depok, mana titipan gw? payah lo... nanti lo gw kasi mainannya jimi hendrix deh buat hadiah natal, tukeran kita, haha  oi, wassup?! iya dong, haha, eh gimana kabar Hegelian muda dsana? Aman? Hahaha enak aja, lo kasi dulu jimi hedrixnya yg versi woodstock, disini uda ga ada soalnya, baru gw beliin deh titipan lo, tp mahal nyet, haha |
| |